6 Ciri-ciri Alergi Bulu Kucing dan Penanganannya

Siapa yang bisa menafikan bahwa Kucing adalah salah satu makhluk Tuhan yang sangat lucu dan menggemaskan? Tak heran bila banyak orang yang memutuskan untuk memelihara kucing. Selain bisa menjadi mood booster, kebanyakan kucing rumahan dilatih agar bisa menjadi kucing yang pintar dan penurut. Memelihara kucing juga bisa menghilangkan stress dan depresi loh. Namun Sayangnya, tidak semua orang bisa berdamai dengan bulu kucing. Yah, banyak orang di luar sana yang ternyata memiliki alergi bulu kucing hingga di mesin pencarian google tak sedikit yang mencari tahu tentang ciri-ciri alergi bulu kucing dan cara penanganannya secala alami.

Sayangnya lagi, banyak orang yang tak sadar jika dirinya memiliki alergi pada bulu kucing. Padahal Alergi bulu kucing dapat di cegah bila rutin membersihkan hewan dan barang-barang yang menempel bulu kucing dengan sikat bulu hewan. Ketika mengalami beberapa gejala, seseorang hanya menganggapnya sepele dan merupakan hal yang biasa. Alergi pada bulu kucing ini memang memperlihatkan gejala yang pada umumnya orang alami, tak heran bila gejala-gejala ini dianggap sebagai hal yang bukanlah sebagai pengganggu.

Sebenarnya bulu kucing bukanlah penyebab tunggal dari munculnya reaksi alergi pada seseorang, melainkan juga berasal dari air liur, serpihan kulit dan urin kucing itu sendiri. Reaksi alergi yang muncul biasanya adalah rhinitis alergi yang hampir-hampir mirip dengan gejala flu yang menyerang seseorang.

Ciri-Ciri Alergi Bulu Kucing Pada Seseorang Beserta Penanganannya

Seseorang yang mengalami alergi pada bulu kucing biasanya akan mengalami batuk, bersin-bersin, gatal-gatal hingga asma. Bila telah pada tahap asma, seseorang akan sangat kesulitan bernapas, dan ini tentunya membutuhkan penanganan dokter. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini akan dipaparkan beberapa ciri-ciri alergi bulu kucing pada seseorang beserta penanganannya.

Batuk dan Bersin-Bersin

Gejala pertama yang dialami oleh orang yang mengalami alergi pada bulu kucing adalah frekuensi batuk dan bersin yang bisa dibilang sering. Gejala ini hampir-hampir mirip dengan gejala flu. Sehingga tak sedikit yang akan sadar bahwa gejala yang dialaminya adalah merupakan reaksi dari gejala alergi pada bulu kucing.

Bila ini terjadi, kalian harus menghentikan kontak langsung dengan kucing, dan menjaga kebersihan rumah, misalnya sering-sering menggunakan vacum cleaner untuk membersihkan bulu-bulu kucing yang rontok dan menempel di karpet, sofa, maupun tempat tidur. Apabila batuk dan bersin-bersin tak kunjung berhenti selama beberapa hari, kalian sebaiknya mengunjungi dokter untuk berkonsultasi.

Gatal-Gatal

Gejala selanjutnya yang akan dialami oleh seseorang yang mengalami alergi pada bulu kucing adalah gatal-gatal. Yah, ini adalah gejala yang paling umum. Dan dari gatal-gatal ini bisa menimbulkan penyakit kulit seperti kurap, eksim, dll. Ini adalah reaksi normal yang akan ditunjukkan oleh tubuh.

Gatal-gatal ini jangan disepelekan. Karena bisa memicu munculnya penyakit kulit lain yang bila telah muncul akan memakan waktu yang lama untuk penyembuhan. Bila kalian mengalami ini, kalian bisa ke apotik membeli salep atau krim anti gatal yang bisa mengatasi gatal-gatal tersebut. Dan usahkan rutin menggunakan sabun anti kuman ketika mandi seperti Detol maupun Lifebuoy untuk mengurangi rasa gatal pada kulit tersebut.

Mengalami Pembengkakan pada Wajah

Gejala lain yang muncul ketika seseorang mengalami alergi pada bulu kucing adalah mengalami pembengkakan pada wajah. Hal ini dikarenakan hidung yang mampet karena terjadinya penumpukan lendir. Bila kalian mengalai ini, kalian bisa mengompres wajah kaian dengan es batu untuk meredakan bengkaknya. Bila bengkaknya berlangsung lama, kunjungi dokter untuk mendapatkan pertolongan dan pengobatan.

Mengalami Radang Tenggorokan

Alergi awal yang ditunjukkan ketika kita mengalami alergi pada bulu kucing adalah mengalami batuk-batuk dan bersin-bersin. Namun ketika ini tak kunjung sembuh, maka akan berlanjut ke tenggorokan. Gejala-gejala ini sangatlah tidak nyaman yang membuat kita terus-menerus mengalami sakit tenggorokan. Biasanya titik terparahnya ada di pagi hari dan malam hari. Untuk mengatasi ini, bisa meminum perasan air jeruk nipis atau air jahe. Lakukan rutin agar sakit tenggorokan hilang.

radang tenggorokan via halodoc

Lelah Sepanjang Waktu

Alergi tak hanya menunjukkan tanda-tanda fisik seperti batuk, bersin, maupun gatal-gatal. Gejala lain yang menunjukkan seseorang alergi bulu kucing atau tidak bisa dilihat dari daya tahan tubuhnya. Jika kalian sering gampang merasa lelah seusai bermain-main dengan kucing atau saat setelah berinteraksi dengan kucing, maka ada kemungkinan itulah salah satu dari sekian banyak gejala alergi pada bulu kucing.

Ini bisa disiasat dengan meminum multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, cukupkan istirahat, tidur malam 7 hingga 9 jam per hari, terapkan pola hidup sehat, makan makanan yang bergizi dan perbanyak minum air putih.

Mengalami Sesak Napas atau Asma

Gejala yang paling parah ketika seseorang mengalami alergi pada bulu kucing adalah mengalami sesak napas hingga asma. Orang yang sensitif biasanya akan mengalami batuk-batuk dan sesak napas hingga 30 menit setelah menghirup bulu kucing. Yah, penyakit yang berhubungan dengan sistem pernapasan ini adalah salah satu bahaya yang ditimbulkan dari memelihara kucing.

Asma ini sama berbahayanya dengan tokso, yang bisa menyebabkan kematian ketika penderita menghirup bulu kucing yang rontok, di mana bulu kucing yang rontok itu mengandung bakteri atau virus. Bila ini terjadi, segera kunjungi dokter untuk meminta pertolongan.

Cara Pencegahan Alergi pada Bulu Kucing

Seperti kata pepatah “mencegah lebih baik dari pada mengobati”, ada baiknya kita melakukan pencegahan sebelum reaksi alergi terjadi. berikut beberapa pencegahan agar anda bisa mengurangi kemungkinan terjadinya reaksi alergi.

Mandikan dan Sisir Bulu Kucing

Salah satu Penyebab terjadinya alergi pada bulu kucing karena kebersihan kucing yang tidak terjaga. Kucing yang suka berkeliaran dan bermain di luar ruangan akan cepat kotor. Kotoran dan debu juga pasti akan banyak menempel di bulu dan tubuhnya, dari debu dan kotoran itulah muncul bakteri dan virus yang kemudian terhirup dan menjadi penyebab alergi. Meski kucing bisa mandi sendiri dengan menjilati tubuhnya, kita tetap harus memandikannya. Selain memandikannya kita juga harus rajin-rajin menyisir bulu kucing yang rontok agar tidak terbang kemana-mana. Pergunakan Sikat bulu hewan yang tepat dan halus agar bulu kucing yang anda sisir adalah bulu yang memang sudah rontok, bukan bulu yang masih sehat.

Bersihkan Tubuh dan Perabot

Rajin Membersihkan diri dan barang-barang yang melekat bulu kucing adalah salah satu langkah pencegahan, Contohnya membersihkan sofa dan karpet secara rutin. jangan lupa juga membersihkan tempat tidur bila kucing piaraan anda sering tidur di atasnya.  bersihkan juga hewan dan kandang hewan peliharaan, membersihkan dinding (karena kucing suka menggosokkan dirinya ke dinding). di sarankan pula untuk meminimalkan pemakaian perabotan yang dilapisi kain di dalam rumah dan jangan lupa untuk dibersihkan dengan Sikat bulu hewan setiap hari.

Bahan Alami yang Efektif Meredakan Alergi

Munculnya gejala alergi bulu kucing sama halnya dengan gejala yang diperlihatkan oleh alergi lain. Bulu kucing yang masuk ke dalam tubuh dianggap sebagai ancaman bagi tubuh. Oleh karena itu, sistem imun segera mengambil tindakan dengan mensintesis histamin dan zat kimia lain yang memicu reaksi alergi atau memperlihatkan gejala-gejala alergi. Berikut ini adalah beberapa bahan alami yang sangat efektif untuk meredakan alergi.

Lemon

Peras separuh lemon ke dalam air hangat. Konsumsi pada saat perut masih kosong di pagi hari. Ini bertindak sebagai agen pembersih. Ramuan ini akan membilas racun serta agen penyebab alergi pada bulu Kucing untuk bisa keluar dari tubuh.

Kayu Putih

Umumnya ini digunakan sebagai obat alami untuk mengatasi alergi bulu Kucing. Uap Kayu Putih sangat ampuh membuka hidung tersumbat dan juga menghilangkan lendir. Kayu Putih ini bisa diperoleh dalam berbagai bentuk, di antaranya seperti minyak, permen, hingga dalam obat gosok. Kayu Putih ini sangat efektif untuk meredakan gejala yang menyertai alergi bulu Kucing.

Minyak Jarak

Teteskan 4 hingga 5 tetes Minyak Jarak di atas makanan atau air minum guna menyingkirkan agen alergi. Minyak Jarak ini mempunyai beberapa manfaat kesehatan, salah satunya adalah untuk mengobati alergi, khususnya alergi bulu kucing.

Cuka Apel

bahan ini kaya akan vitamin, magnesium, kalsium, dan kalium. Dan salah satu manfaat Cuka Apel adalah sebagai pereda alergi bulu kucing. Bahan yang satu ini dikenal mampu meringankan sakit tenggorokan, mengurangi produksi lendir, serta menyembuhkan masuk angin.

Itulah tadi beberapa ciri-ciri alergi pada bulu kucing beserta penanganannya dengan bahan-bahan alami. Semoga Apa yang dituliskan dapat memberi manfaat bagi pembaca. Buat kalian yang merasa memiliki alergi pada bulu kucing, sebaiknya menghindari kontak langsung dengan kucing atau tak perlu memelihara kucing walau kalian sangat menyukai kucing. Karena kesehatan kalian jauh lebih penting dari keinginan kalian untuk memelihara kucing.

Beberapa Langkah Pencegahan Bagi Yang Alergi Bulu Kucing

Sikat bulu hewan serbaguna membersihkan bulu hewan di sofa, karpet, kasur, bantal, pakaian, dan jok mobil. Untuk Pemesanan KLIK DISINI

Artikel Terkait

Cara Ampuh Menghilangkan Kapalan Di Tangan

Bahaya Radiasi Hp Pada Anak Yang Orang Tua Wajib Ketahui

Bahaya Radiasi Hp Pada Bayi Yang Wajib Diwaspadai

Dukung Kami di Sosial Media

Dukung kami dengan meng-share informasi baik ini di sosial media

Facebook & Twitter

Ciri-ciri Alergi Bulu Kucing dan Penanganannya

Pinterest

Tentang Penulis

Telah direview oleh dr. Irwan Ashari, S.Ked

Artikel telah di review oleh dr. Irwan Ashari, S.Ked (akrab dipanggil dokter Irga), Staf Dosen FK Unismuh & Direktur Klinik Parakita Medika merupakan salah satu dokter yang aktif menulis di DOKTERKU.co.id.

Kunjungi web pribadi dokterirga.com

Nurlailah Yahya

Personal Blog: www.ilayahya.com || Instagram: @ilayahya_ || Facebook : Ila Yahya || Youtube: ILA YAHYA || Twitter: @ilayahya_

3 thoughts on “6 Ciri-ciri Alergi Bulu Kucing dan Penanganannya”

  1. Pingback: 7 Cara Ampuh Menghilangkan Kapalan Di Tangan » Galeri Barang Murah

  2. Pingback: 4 Bahaya Radiasi Hp Pada Anak Yang Orang Tua Wajib Ketahui

  3. Pingback: 5 Bahaya Radiasi Hp Pada Bayi Yang Wajib Diwaspadai

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ya, Chat Sekarang
Chat dengan CS
Halo, Mau Chat dengan CS?